PERJAMUAN PAGI
Tiga perempuan asing duduk di kursi rotan, menghadap satu meja bundar dengan tiga cangkir kopi panas tersaji di atasnya. Mereka mulai berceloteh tentang mimpi. Perempuan berwajah ramah, yang di negerinya sedang terjadi wabah besar-besaran, mengawali kisah. “Aku bermimpi, rekan kerjaku mendadak diserang flu dan gatal-gatal di kepala saat kami sedang menghadiri sebuah rapat kerja yang dipimpin oleh Yang Mulia Tuan Kami.” Dua perempuan pendengar tubuhnya bergidik. Lantas perempuan cantik yang parasnya menjadi sayu semenjak ditinggal mati anaknya menyambung cerita. “Semalam sebuah mimpi kembali mempertemukan aku dengan anakku. Lama tinggal di surga, dia tampak semakin tampan.” Cerita selesai dan mata perempuan itu berkaca-kaca. Dua perempuan pendengar matanya ikut berkaca-kaca. Tiba giliran perempuan terakhir menuturkan bunga tidurnya. Mukanya terlihat paling murung dan mengantuk dan mengundang rasa iba. “Aku baru saja kehilangan banyak h...