RUMAH JAGAL (Sebuah Mimpi)
Babak Satu Aku berjalan menyusuri sebuah gang perumahan elit bersama seorang perempuan berwajah asing yang tiba-tiba saja sudah menjadi kawanku. Ia perempuan berkarakter bebas dan dengannya aku yang selalu ingin tahu banyak hal ini cepat merasa akrab. Kami terus melangkah hingga sampai di depan gerbang rumah tua berarsitektur Jepang yang tampak sepi. Kawanku berkata bahwa dulunya ia sering masuk ke rumah itu sekadar numpang lewat untuk mencapai gang belakang tanpa harus repot-repot berputar jauh. Dan ia mengajakku masuk. Dan aku mengiyakan ajakannya, dan kami benar-benar meringsek masuk ke rumah tua berarsitektur Jepang itu tanpa permisi. Kami menaiki anak tangga menuju lantai dua. Tak ada siapa pun. Segala-galanya terlihat mulus dan menyenangkan sampai tiba kami di tangga yang berkelok dan menurun ke arah area gang belakang rumah. Di sana aku mendapati kepala seorang lelaki menyembul, dan kepala itu menengok ke arah kami. Aku mengatakannya ke...