Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2024

"PAYUNG DARA" : BETAPA MASA PUBERTAS MENJADI BEGITU PELIK BAGI PEREMPUAN

Gambar
  Ketika film "Payung Dara" karya Reni Apriliana selesai diputar dan moderator bertanya kepada para penonton tentang bagaimana perasaan mereka setelah menonton film itu, aku menjadi salah satu penonton yang menjawab dengan lantang, “jengkel, Mas!” KELUARGA YANG GAGAL MEMBERI PENDAMPINGAN Film diawali dengan adegan seorang bocah perempuan berusia tiga belas tahun yang sedang berusaha menutupi dadanya menggunakan stagen/kemben. Ia adalah Dara si tokoh utama, yang kebingungan atas payudaranya yang mulai tumbuh membesar. Dalam pikirannya saat itu, stagen adalah solusi. Sampai ia berada pada jam pelajaran olahraga di lapangan sekolah, melakukan gerakan sit up , dan mendapati teman-teman lelakinya memandangi payudaranya yang mulai tumbuh itu sambil mengeluarkan kata-kata cabul. Dara yang tidak nyaman pun pergi ke kamar mandi, dan menemukan bahwa bukan ia satu-satunya perempuan yang merasa pelik atas periode pubertasnya. Di kamar mandi itu Dara menyaksikan dua orang perempuan ya...

KOTORAN

Gambar
Woman in the Dark (@welderwings) Sekarang, tepatnya mulai beberapa bulan lalu, aku memiliki kebiasaan mengorek liang kuping setiap satu hari sekali. Namun hari ini aku tak bisa mendengar suara apa pun – artinya kemarin aku lupa mengorek liang kuping karena terlalu sibuk mengorek liang-liangku yang lain yang sepanjang hari sejak beberapa bulan lalu juga menjadi sama saja cepat kotornya mengikuti nasib liang kupingku itu.   Maka saat kekasihku tiba-tiba sudah berada di ruang tamu, aku buru-buru mengambil alat pengorek liang kuping dan memainkannya secepat mungkin sebab kulihat pergerakan mulut kekasihku tak seperti biasanya – semacam sedang mengungkapkan sesuatu yang sesuatu itu sebelumnya belum pernah kudengar keluar dari bibirnya yang selalu tampak manis di hadapan banyak orang. Aku berkata, “Sebentar, ya!”   Meski tak kurasakan suaraku muncul, tapi kekasihku mengangguk dan menghentikan gerak mulutnya yang berarti ia mendengar. Lantas kotoran-kotoran itu kembali menguc...