KOTORAN
![]() |
| Woman in the Dark (@welderwings) |
Sekarang, tepatnya mulai beberapa
bulan lalu, aku memiliki kebiasaan mengorek liang kuping setiap satu hari
sekali. Namun hari ini aku tak bisa mendengar suara apa pun – artinya kemarin
aku lupa mengorek liang kuping karena terlalu sibuk mengorek liang-liangku yang
lain yang sepanjang hari sejak beberapa bulan lalu juga menjadi sama saja cepat
kotornya mengikuti nasib liang kupingku itu.
|
Maka saat kekasihku tiba-tiba sudah
berada di ruang tamu, aku buru-buru mengambil alat pengorek liang kuping dan
memainkannya secepat mungkin sebab kulihat pergerakan mulut kekasihku tak
seperti biasanya – semacam sedang mengungkapkan sesuatu yang sesuatu itu
sebelumnya belum pernah kudengar keluar dari bibirnya yang selalu tampak manis
di hadapan banyak orang. Aku berkata, “Sebentar, ya!”
Meski tak kurasakan suaraku muncul,
tapi kekasihku mengangguk dan menghentikan gerak mulutnya yang berarti ia
mendengar. Lantas kotoran-kotoran itu kembali mengucur dari liang kupingku:
wajan, panci, kompor, tabung gas, teko, gelas, piring, sikat cucian, lipstick,
bedak, ranjang, dan kupikir sudah selesai ketika seonggok bayi manusia kali ini
ikut keluar pula sebagai penutup.
Sekarang liang kupingku sepenuhnya
lapang hingga suara cicak-cicak sedang kawin pun aku mampu menangkap. Kutanyakan
perihal apa yang tadi kekasihku ucapkan dan ia menjawab, “Selamat hari wanita
internasional,” sambil tersenyum. “Wanita, ya? Bukan perempuan?” tanyaku, dan
ia menggeleng bersama seringai.
Baru sepuluh bulan kami bersama dan
secepat ini kekasihku berubah menjadi lebih megalomaniak dibanding hari-hari
kemarin, yang artinya mulai besok aku harus membeli lebih banyak lagi alat
pengorek liang kuping maupun liang-liangku yang lain juga.
Semarang,
19 Maret 2020 |

Komentar
Posting Komentar